Main Article Content

Roni Ferdi
Mgs. Irsan Saleh
Theodorus
Salni

Bakteri yang sering menjadi penyebab diare infeksi adalah Escherichia coli dan Shigella dysenteriae. Penggunaan
antibiotik yang berlebihan dan kurang rasional pada kasus diare mendorong terjadinya perkembangan resistensi
patogen multi obat. Propolis merupakan salah satu solusi untuk mengatasi infeksi diare. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui kemampuan efek antibakteri ekstrak propolis terhadap bakteri Escherichia coli dan Shigella
dysenteriae dalam pengujian secara in vitro dengan berbagai konsentrasi. Penelitian eksperimen laboratorium
secara in vitro. Sampel dalam penelitian ini adalah bakteri Escherichia coli dan Shigella dysenteriae dengan tahapan
penelitian dimulai dari proses ekstraksi dilakukan dengan menggunakan metode ekstraksi bertingkat. Hasil
penelitian menunjukkan konsentrasi fraksi n-heksan terkecil yang masih menghambat pertumbuhan bakteri
Escherichia coli dan Shigella dysenteriae adalah 250 µg/ml dan konsentrasi ini dinyatakan sebagai nilai KHM. Uji
kesetaraan konsentrasi 250 µg/ml fraksi n-heksan propolis setara dengan 4,0 µg/ml ciprofloxacin terhadap
Escherichia coli dan setara dengan 4,6 µg/ml ciprofloxacin terhadap Shigella dysenteriae, sedangkan uji kesetaraan
konsentrasi 250 µg/ml fraksi etil asetat propolis setara dengan 5,2 µg/ml ciprofloxacin terhadap Escherichia coli
dan setara dengan 4,5 µg/ml ciprofloxacin terhadap Shigella dysenteriae. Kesimpulan penelitian ini adalah Ekstrak
n-heksan dan etil asetat propolis memiliki efektifitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Shigella dysenteriae.
Fraksi n-heksan dan etil asetat propolis memiliki aktivitas antibakteri yang lebih rendah jika dibandingkan dengan
ciprofloxacin dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Shigella dysenteriae. Senyawa
antibakteri yang terdapat dalam fraksi n-heksan dan etil asetat propolis adalah flavonoid dan fenol.

Keywords: Efek antibakteri propolis ciprofloxacin Escherichia coli Shigella dysenteriae